Rabu, 06 April 2011

KEHIDUPAN MALAM MAHASISWA

Modernisasi telah membuat nilai­nilai modern masuk ke dalam seluruh masyarakat di seluruh dunia. Nilai­nilai modern ini membawa suatu gaya hidup Hedonis yang memicu masyarakat untuk bergaya hidup modern dan oleh masyarakat dijadikan acuan sebagai gaya hidup mereka. Masyarakat dalam hal ini adalah anak muda yang selalu ingin bergaya hidup modern. Lewat perbedaan dan tidak adanya batasan membuat orang di dalamnya mencair menikmati hiburan malam dengan terjun sebagai penikmat dunia malam. Para penikmat dunia malam ini kebanyakan adalah mahasiswa yang rentan akan terjerumus pada kehidupan yang glamour.Banyak mahasiswa yang menghabiskan waktu malamnya di tempat hiburan malam seperti Cafe atau Club. Pada waktu pagi hari bahkan terkadang sampai sore hari mahasiswa beraktivitas menjalani kuliahnya untuk mencari ilmu, namun pada malam hari hingga dini hari mereka mencari hiburan di CafĂ©.

Selalu ada cerita yang menyertai kehidupan malam, tak terlepas dari sebagian kalangan remaja, dewasa, termasuk kalangan mahasiswa di dalamnya. Dewasa ini banyak kita temui peristiwa-peristiwa yang sangat mengejutkan di kalangan remaja di Indonesia. Banyak  media memberitakan pergaulan remaja yang sudah melewati batas kewajaran. Kehidupan malam mereka sungguh memperihatinkan, dan merupakan salah satu faktor penghancur moral bangsa. Mereka mengenal berbagai obat-obatan terlarang, minuman berakohol, bahkan yang paling parah adalah seks bebas.
Langit malam yang pekat dihiasi bintang-bintang gemerelap memberikan sensasi unik tersendiri. Suasana itulah yang menjadi alasan tepat, menjadikan keindahan malam sebagai tempat untuk berkumpul bersama kerabat dekat. Kehidupan malam ini  pun tampak memunculkan dirinya dikalangan mahasiswa dan para mahasiswi. Banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk nongkrong malam. Hal itu sepertinya sudah menjadi rutinitas bagi sebagian dari mereka, terutama kaum adam. Taman kampus merupakan salah satu tempat yang selalu ramai dikunjungi, terutama saat sore hari menjelang magrib hingga larut malam.
Kehidupan malam remaja sekarang menjadi perhatian khusus para psikolog di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari mental remaja yang tidak dapat menerima pengaruh globalisasi yang sangat pesat. Mereka belum siap menerima arus globalisasi yang menyebabkan mereka terlena akan kesenangan sesaat yang menjerumuskan ke kehidupan malam yang tidak sehat.
Pergaulan remaja seperti inilah yang menjadi musuh dalam selimut. Tidak hanya dengan yang sesama jenis, bahkan dengan lawan jenis mereka pergi ke tempat-tempat hiburan malam di kota mereka. Mahasiswa dan remaja lainnya sekarang ini sudah tak canggung lagi apabila berpacaran di tempat tempat umum. Di taman, halte, mall, bahkan  ditempat lain yang menjadi  favorit mereka untuk melakukannya.
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang memanfaatkan pergaulan malam sebagai sarana mencari uang. Banyak remaja putri yang menjadi pekerja seks komersial (PSK). Di Yogyakarta, pernah ditemukan seorang mahasiswi yang berprofesi sebagai kupu-kupu malam. Pengaruh lingkungan tempat tinggal dan media masa juga mempunyai andil yang cukup besar. Lingkungan tempat tinggal yang kurang sehat akan mempengaruhi perilaku mereka sehari-hari. Berbagai media masa banyak menampilkan hal-hal yang tidak patut diterima kalangan remaja. Tidak sedikit seks bebas yang disebabkan oleh pengaruh media masa. Dorongan ekonomi disebut-sebut sebagai faktor yang dominan di dalam praktek kehidupan malam. Selain tiga faktor  di atas, ketidakharmonisan dalam keluarga juga meyebabkan remaja-remaja terjerumus pada perilaku menyimpang, khususnya obat-obatan terlarang. Para remaja bukanlah tersangka, akan tetapi merupakan korban dari arus globalisasi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar