Sabtu, 27 April 2013

KARANGAN ILMIAH



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Dalam era globalisasi sekarang ini dimana perkembangan teknologi yang demikian pesat dan meningkatnya konsumsi masyarakat maka dapat mengakibatkan bergesernya stuktur pasar yang bertumpu pada produsen dan konsumen sehingga membuat para pengusaha memutar otak untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Pada dasarnya sebuah perusahaan memiliki tujuan untuk memaksimumkan laba dan meminimumkan biaya yang dikeluarkan. Oleh karena itu setiap produsen berusaha agar tujuan yang di inginkannya dapat tercapai, dengan demikian setiap produsen harus memikirkan sejauh mana produk yang dihasilkan agar dapat memenuhi selera pasar maupun konsumen dengan harga yang terjangkau, sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal. Disamping itu perusahaan harus mampu menciptakan sebuah produk yang dapat bersaing dipasaran. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut maka perusahaan bisa menggunakan strategi pemasaran. Strategi pemasaran bagi perusahaan merupakan pernyataan pokok tentang dampak yang diharapkan. Hal tersebut berupa perencanaan dan pelaksanaan tindakan-tindakan yang akan membantu mencapai sasaran penjualan, bagian pasar dan laba yang diharapkan dari produk tersebut. Pendekatan terinci untuk menerapkan strategi-strategi ini ditentukan melalui program-program pemasaran yang spesifik, salah satunya dengan promosi.

Seperti halnya Perusahaan Ethree Shoes yang berlokasi di Jalan Siaga II No.42 Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. perusahaan ini terbilang cukup banyak pelanggannya sehigga dapat menarik para konsumen untuk membeli produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, disamping itu lokasi perusahaan yang strategis memiliki nilai tambah tersendiri bagi perusahaan tersebut dalam memeasarkan produknya. Selain itu promosi memegang peranan penting dalam mencapai tujuan dan kelangsungan hidup perusahaan terutama dalam mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan menekan biaya yang sekecil-kecilnya untuk dapat mempertahankan kualitas dan mutu produk yang dihasilkan serta mengembangkan perusahaannya. Perusahaan Ethree telah menerapkan gugus kendali mutu (GKM) pada devisi-devisi yang ada di dalam perusahaan tersebut. Bahkan dalam ajang konvensi gugus kendali mutu nasional, perusahaan Ethree mendapatkan juara dan penghargaan dalam mempresentasikan langkah-langkah dan upaya dalam meningkatkan dan melakukan perbaikan-perbaikan untuk dapat mengembangkan dan mempertahankan kualitas maupun mutu produk yang dihasilkan. Berdasarkan uraian diatas maka mendorong peneliti untuk membuat penulisan ilmiah dengan judul “Pengaruh Promosi Terhadap Hasil Penjualan Pada Perusahaan Ethree Shoes”.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka rumusan masalah dari penilitian ini adalah:
1. Apakah ada pengaruh antara biaya promosi dengan hasil penjualan?
2. Seberapa besar pengaruh promosi terhadap tingkat kepuasan konsumen?
3. Apakah ada perbedaan tingkat penjualan sebelum dan sesudah dilakukan promosi? 
4. Apa sajakah hambatan yang dihadapi dalam melakukan promosi?

1.3  Batasan Masalah.
Berdasarakan penjelasan diatas peneliti hanya membahas masalah biaya promosi, dan pengaruhnya terhadap hasil penjualan produk perusahaan Ethree Shoes yang berlokasi di Jalan Siaga II No.42 Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Karena adanya berbagai keterbatasan dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan data promosi  serta data penjualan perusahaan Ethree Shoes dari bulan Januari 2009 sampai dengan Desember 2011.

1.3  Tujuan Penelitian.
Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah adanya pengaruh mengenai promosi yang berupa periklanan, Personal selling, promosi penjualan, dan public relation terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan Ethree shoes.

1.5 Manfaat Penelitian.
1. Hasil penelitian dapat berguna untuk perusahaan dalam menentukan strategi promosi yang baik bagi kelangsungan hidup perusahaan.
2. Hasil penelitian dapat digunakan oleh perusahaan sebagai pertimbangan untuk menentukan kebijaksanaan yang akan diambil di masa yang akan datang terutama dalam hal penggunaan promosi yang efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan volume penjualan perusahaan tersebut.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori.
2.1.1 Pengertian pemasaran.
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, di mana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar. 
Menurut Stanton (2001), definisi pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. 
Menurut Swastha dan Irawan, (2005) mendefinisikan konsep pemasaran sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Bagian pemasaran pada suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting dalam rangka mencapai besarnya volume penjualan, karena dengan tercapainya sejumlah volume penjualan yang diinginkan berarti kinerja bagian pemasaran dalam memperkenalkan produk telah berjalan dengan benar. Penjualan dan pemasaran sering dianggap sama tetapi sebenarnya berbeda. 
Menurut Philip Kotler (2009) definisi pemasaran adalah Mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan social.  Memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara yang menguntungkan. 

2.1.2 Konsep Pemasaran 
Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan konsep pemasaran sosial.
1. Konsep produksi
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan berbagai upaya untuk mencapai efisiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.
2. Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik
3. Konsep penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
4. Konsep pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
5. Konsep pemasaran sosial
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

2.1.3 Sistem Pemasaran
Sistem pemasaran adalah sekolompok item atau bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
Didalam Sistem pemasaran terdapat beberapa faktor yang saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain. Faktor tersebut adalah sebagai berikut: 
1. Organisasi yang melakukan kerja pemasaran. 
2. Produk baik berupa barang, jasa maupun gagasan dari ide yang dipasaarkan. 
3. Menentukan target pasar yang akan dituju. 
4. Perantara khusus yang menghubungkan antara produsen dengan konsumen, seperti agen dan grosir.
5. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi seperti demografi, kondisi perekonomian, faktor social  budaya, maupun kekuatan politik dan hokum di suatu Negara.  

2.1.4 Marketing Mix
Menurut Kotler (1997), Marketing mix adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.
Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan  sebagai berikut:  
1.Product(produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli maupun dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari produk variety, design, quality, brandname, feature, packaging, sizes, services, warranties dan returns. 
2.Price(harga) adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen untuk membeli produk atau mengganti hak milik produk. Harga meliputi discount, allowance, payment period, credit terms, dan retail price. 
3.Place(Tempat) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan ataudijual terjangkau dan tersedia untuk pasar sasaran. Tempat meliputi channels, coverage, assortment, location, inventory, and transport
4.Promotion(promosi) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk di pasaran.


BAB III
METODELOGI PENELITIAN

3.1  Metode Penelitian. 
Dalam penelitian ini penulis mengambil beberapa data yang dibutuhkan berdasarkan pada ketersediaan elemen-elemen informasi serta kemudahan untuk mendapatkannya. Adapun elemen-elemen yang terdapat dalam bagian ini adalah:

3.1.1 Penentuan Populasi dan Sample 
Populasi 
Penelitian ini menggunakan mahasiswa Universitas Gunadarma sebagai populasi penelitian karena mahasiswa adalah segmen masyarakat yang menjadikan informasi dan komunikasi sebagai suatu kebutuhan sehari-hari, karena itulah Sepatu sangat dibutuhkan oleh setiap mahasiswa untuk melakukan kegiatan pada umumnya. Pertimbangan bahwa populasi yang ada sangat besar jumlahnya sehingga tidak memungkinkan untuk meneliti seluruh populasi yang ada, maka dilakukan pengambilan sampel.

Sampel 
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. (Sugiyono, 2007). Jadi sampel merupakan bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi. Ukuran populasi penelitian ini tidak teridentifikasi, maka untuk menentukan ukuran sampel penelitian dari populasi tersebut dapat digunakan rumus Slovin, yaitu:  

n =    Z2        = 1,96  = 96,6 ≈ 100
    4(Moe)      4(0,1)

 




3.1.2 Obyek penelitian. 
Obyek penelitian dari penulisan ini adalah perusahaan Ethree Shoes yang berlokasi di Jalan Siaga II No.42 Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan barang dan jasa pembuatan sepatu yang menjual berbagai macam tipe atau jenis sepatu. Di samping mereka menjual sepatu yang mereka produksi sendiri, perusahaan Ethree shoes juga menerima pesanan dari pelanggan untuk model sepatu yang diinginkan oleh pelanggan itu sendiri. 
Dalam penelitian ini alasan pemilihan objek penelitian didasarkan pada pengamatan yang telah peneliti lakukan sebelumnya. Dari hasil pengamatan yang dilakukan diketahui bahwa perusahaan Ethree Shoes memiliki keunggulan dalam hal pelayanan yang dilakukan oleh konsumen. Namun dilain sisi minat akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada masyarakat cenderung rendah dibandingkan produk pesaing sejenis yang telah memiliki brandname di kalangan masyarakat dan secara langsung akan berpengaruh terhadap hasil penjualan yang dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menjadikan Perusahaan Ethree Shoes sebagai objek penelitian dalam penulisan ini.
           
3.1.3 Data dan Variabel
Dalam penelitian ini peneliti memakai data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang di dapat dari sumber pertama baik dari individu maupun kelompok, data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan pihak perusahan Ethree Shoes. Wawancara tersebut dilakukan untuk dapat mengetahui informasi-informasi seputar perusahaan. Selain dari wawancara peneliti juga memberikan kuesioner kepada pihak perusahaan untuk mendapatkan infomasi yang lebih mendalam. Data sekunder dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam menganalisis data serta pembahasan masalah yang di dapat dari dokumen tertulis perusahaan Ethree Shoes, data sekunder yang digunakan berupa data biaya promosi: Periklanan, personal selling, promosi penjualan, dan public relation serta data penjualan dari bulan januari 2009 sampai dengan desember 2010.
 Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dinotasikan sebagai berikut: X1(Periklanan), X2(Personal selling), X3(Promosi penjualan), X4(Public relation), dan Variabel Y(Penjualan).

3.1.4 Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah melalui riset lapangan yaitu meliputi kegiatan observasi dan wawancara. Serta peneliti juga melakukan riset kepustakaan yang dilakukan dengan cara mendapatkan dan mempelajari bahan- bahan yang berhubungan dengan manajemen pemasaran dalam penulisan ini

3.1.5 Metode Analisis Data.
Regresi linier berganda
Regresi linier adalah alat statistic yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variable terhadap satu variable. Variabel yang mempengaruhi sering disebut sebagai variable bebas, atau independen dan variable yang dipengaruhi sering disebut variable dependen, atau variable terikat.  



BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 4.1 Data dan Profil Perusahaan
 4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan Ethree Shoes
Perusahaan Ethree shoes merupakan salah satu usaha yang bergerak dibidang perdagangan barang dan jasa pembuatan sepatu yang berlokasi di Jalan Siaga II No.42 Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Perusahaan ini berdiri pada tanggal 11 juli 2000. Berawal dari kegemaran bersepatu branded, tercetuslah suatu keinginan untuk memproduksi sepatu sendiri. Dengan bakat dan ketekunan yang dimiliki oleh Elly Susilawati, serta didukung dengan talenta bisnis yang dimiliki, akhirnya terbentuklah produk sepatu bermerk Ethree Shoes. Dalam perjalanan bisnisnya sebagai mitra binaan dari  PT. SUCOFINDO dan anggota APRISNDO Citra selera tinggi, ditopang dengan bahan-bahan berkualitas tinggi, membuat produk E THREE mendapat tempat pada posisi yang direncanakan, yaitu seluruh lapisan masyarakat kecil, menengah sampai golongan atas. Tidak kurang sebagian Menteri Kabinet Indonesia Bersatu memakai sepatu merek Ethree. Ikut berpartisipasi dalam rangka mencintai produk dalam negeri, sehingga diharapkan dapat menekan ketergantungan dari luar negeri.
 4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan 
Mengingat suatu badan usaha atau perusahaan untuk memiliki visi dan misi agar semakin terarahnya tujuan dan target yang pasti dari perusahaan tersebut. Maka berikut Visi dan Misi perusahaan Ethree Shoes. 
Visi: Menciptakan sepatu berkualitas, harga terjangkau, dan bentuk disesuaikan selera konsumen. 
Misi: Menjadi salah satu perusahaan retail sepatu terbaik di Indonesia. 

4.2 Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dari hasil penghitungan Spss yang dilakukan maka dapat di interpretasikan sebagai berikut:
1. Harga Koefisien Konstanta = -1.208E9. Hal ini berarti bahwa, apabila nilai dari variable biaya promosi(Periklanan, Personal Selling, Promosi Penjualan, dan Public Relations) di objek penelitian sama dengan nol atau tidak ada, maka tingkat atau besarnya variable dependent Y tersebut = 1.208E9.
2. Harga Koefisien B1 = 65.719. Berarti bahwa apabila nilai X1 menyatakan bahwa setiap penambahan satu juta rupiah, maka biaya periklanan akan meningkatkan penjualan sebesar 65.719 juta rupiah.
3. Harga koefisien B2 = -94.538. Berarti bahwa apabila nilai X2 ada penurunan biaya sebesar satu juta rupiah, maka akan menurunkan penjualan sebesar -94.538 juta rupiah
4. Harga koefisien B3 = 85.597. Berarti bahwa apabila nilai X3 menyatakan bahwa setiap penambahan satu juta rupiah, maka biaya periklanan akan meningkatkan penjualan sebesar 85.597 juta rupiah.
5. Harga koefisien B4 = 61.730. Berarti bahwa apabila nilai X4 menyatakan bahwa setiap penambahan satu juta rupiah, maka biaya periklanan akan meningkatkan penjualan sebesar 61.730 juta rupiah.



BAB V
PENUTUP

 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh biaya promosi: periklanan, personal selling, promosi penjualan dan public relation terhadap hasil penjualan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 
Biaya promosi yang dikeluarkan oleh perusahaan Ethree Shoes dalam menunjang pelaksanaan kegiatan operasi, biaya tersebut dinilai telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil penjualan yang diterima oleh perusahaan Ethree Shoes.  
Variabel biaya promosi : periklanan, personal selling, promosi penjualan dan public relation pada bulan januari 2010 sampai dengan bulan desember 2011 dapat mempengaruhi pergerakan ( kenaikan ataupun penurunan) hasil penjualan perusahaan Ethree Shoes sebesar 80,5% sisanya 19,5% yaitu disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti kondisi ekonomoi, politik, tingkat suku bunga inflasi, serta faktor lainnya.  

5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian, analisis dan interpretasi data serta kesimpulan, maka disarankan kepada perusahaan untuk: 
1. Mewujudkan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan volume penjualan mobil Daihatsu pada Perusahaan Ethree Shoes, maka perusahaan dituntut untuk tetap konsisten terhadap pola-pola bauran promosi yang diduga meberikan kontribusi besar terhadap peningkatan nilai penjualan dan banyak melakukan inovasi dan terobosan-terobosan baru dalam hal bauran promosi sekaligus melakukan kajian komprehensif terhadap faktor-faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi kinerja perusahaan seperti kondisi ekonomi nasional yang banyak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dunia, persaingan bisnis, dll. 2. Disarankan agar perlunya perusahaan memperhatikan kebijakan marketing mix khususnya masalah harga yang ditetapkan perusahaan, agar tidak terlalu tinggi karena dari hasil analisis yang terlihat bahwa apabila harga dinaikkan akan berpengaruh pada menurun dan meningkatnya volume penjualan serta perusahaan perlu meningkatkan anggaran promosi secara signifikan dan penggunaan media yang paling tepat


 


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar