Minggu, 20 Januari 2013

PERILAKU KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN UTILITAS



Teori tentang konsumen digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan produk-produk yang akan dipilih oleh konsumen(rumahtangga) pada tingkat pendapatan dan harga tertentu. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen ini ada 3 yaitu:
1.PendekatanUtilitas(UtilityApproach)
2.PendekatanKurvaIndiferens(indiferencecurve)
3.PendekatanAtribut(attributapproach)

Istilah Utilitas berhubungan dengan kepuasan seseorang dalam mengkonsumsi suatu barang, Pendekatan Utilitas terbagi menjadi dua yaitu:
1.    Pendekatan Nilai Guna (Utility) Kardinal, dianggap manfaat atau kenikmatan
yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif.
1.    Pendekatan Nilai Guna (Utility) Ordinal, manfaat atau kenikmatan yang
diperoleh masyarakat dari mengkonsumsi barang-barang tidak dikuantifikasi.
Kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dari mengkonsumsi
barang semakin tinggi, maka makin tinggi pula nilai gunanya (utility-nya). Terbagi
atas :
1.    Nilai Guna Total (Total Utility/TU) : jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh
dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu.
2.    Nilai Guna Marginal (marginal Utility/MU) : pertambahan/pengurangan
kepuasan sebagai akibat dari penambahan/pengurangan penggunaan suatu unit
barang tertentu.


Hipotesis utama teori nilai guna : hukum nilai guna marginal yang semakn
menurun, menyatakan bahwa tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang
dari mengkonsumsikan suatu barang akan menjadi lebih sedikit apabila orang
tersebut terus menambah konsumsinya atas barang tersebut.

MEMAKSIMALKAN NILAI GUNA (UTILITY)
Dalam keadaan dimana harga-harga berbagai macam barang adalah berbeda,
syarat yang harus dipenuhi untuk memberikan nilai guna yang maksimum adalah :
setiap rumah yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan berbagai jenis barang
akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya.
Hipotesis :
·         Seseorang akan memaksimumkan nilai guna dari barang-barang yang
dikonsumsinya apabila perbandingan nilai guna marginal berbagai barang
tersebut adalah sama dengan perbandingan harga-harga barang tersebut.
·         Seseorang akan memaksimumkan nilai guna dari barang-barang yang
dikonsumsinya apabila nilai guna marginal untuk setiap rupiah yang dikeluarkan
adalah sama untuk setiap barang yang dikonsumsikan.

3 komentar: